Matematika Tuhan

23 07 2007

Matematika adalah ilmu pasti yang bisa dimasukkan dalam akal sehat atau nalar. Dan matematika sudah mempunyai konsep tersendiri sejak jaman dahulu. Penjumlahan, pengurangan dsb. mulai dari SD sampai Profesor pun sama.. dan tidak ada kemungkinan yang lain lagi. Nah, saya kali ini akan membahas bahwa Tuhan juga punya matematika, dan bisa dinalar.

“30 – 25 = 5” ini adalah contoh dari matematika dalam ilmu manusia, dan tak akan pernah bisa. Tetapi ternyata Tuhan mempunyai hitungan lain dan sebagai contoh kita ambil angka yang sama “30 – 25 = 55”.

Mengapa hasilnya bisa begitu?? Nah akan saya jelaskan sbb:

Tuhan menginginkan manusia sering beramal dengan ikhlas. Dan ketika manusia itu sudah beramal dengan ikhlas maka Tuhan pasti akan membalas dengan yang lebih besar lagi.. Nah, apakah cocok dengan perhitungan “30 – 25 = 55”. Kalo misalnya amal tapi tidak ikhlas, saya tidak tahu hitungannya..

nb : artikel ini hanya sebagai contoh hukum Tuhan dapat dinalar oleh manusia, tetapi angka-angka di atas juga hanya sebagai contoh, dan tidak selalu hasilnya sama. Dan mohon maaf apabila penjelasan di atas masih salah/kurang jelas dan kata-kata tersebut kurang baku. hehehe piss 🙂





Antara Manusia dan Orang…

14 07 2007

Apa ya perbedaan manusia sama orang??padahal kata-kata itu sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari..tetapi tidak tau maknanya..?misalnya…

1. Kata “orang gila” kalo dijadikan “manusia gila” kok jadi aneh ya???

2. Kata “orang mati” dijadikan “manusia mati” kok jadi aneh juga…?

3. Kata “orang sakit” dijadikan “manusia sakit” aneh juga kan??

Nah kalo menurut saya, orang identik dengan “tubuh”, sedangkan manusia indentik dengan “jiwa”. Jadi bedanya yaitu “manusia” mempunyai cipta, rasa dan karsa sehingga manusia mempunyai arti sebagai makhluk mulia yang berakhlak dan berbudi luhur sedangkan “orang” tidak memilikinya.

Kita ambil contoh dari no. 3 misalnya “manusia sakit” kan bisa disebut juga “orang sakit” atau “orang gila” (“manusia”-nya yang sakit atau “jiwa”-nya yang sakit)

Kesimpulannya yaitu kata “manusia” dan kata “orang” itu sangat jauh perbedaannya, tetapi bisa mirip kalau dilihat dari satu sudut pandang aja….Apakah ada pendapat lain??

*update*

manusia dilahirkan jasmani dan rohani, kalo orang cuma jasmani aja..





Kata² pepatah jawa kuno

14 07 2007

“girilusi jalmo tan keno ing ngino”

Kata² tersebut sebenarnya artinya sangat simpel, yaitu “di atas langit masih ada langit”. Tapi seringkali kata-kata tersebut diartikan luas sehingga menjadi rumit dan panjang. sebenarnya kata-kata itu bermaksud menasehati siapa saja manusia yang hidup di dunia ini. Contohnya : seorang presiden yang kedudukannya sebagai pemimpin negara, tetapi masih membutuhkan masyarakat untuk membantu walaupun secara tidak langsung. Begitu pula dengan seseorang yang sangat jenius, orang itu berkata “meskipun aku seorang yang jenius tetapi aku masih membutuhkan seorang teman, keluarga bahkan anakku sendiri yang sangat kucintai”. Nah dari penggalan cerita di atas dapat kita simpulkan bahwa kata-kata tersebut bisa berarti sangat luas….





Wayang Kulit

23 06 2007

Mengapa dalam perwayangan (pertunjukan wayang kulit), selalu ada gunungan (wayang yg berbentuk gunung) yg biasanya terletak di tengah2 sebelum pertunjukan itu di mulai???Dan juga mengapa di dalam gunungan terdapat berbagai gambar…..mulai dari hewan sampai tumbuhan???trs apa alasannya kl tokoh pahlawan(Werkudara, Arjuna, ….dst) terletak di sebelah kanan dan tokoh jahat (buto cakil dkk..) terletak di sebelah kiri..?

Jawabnya adalah simpel…yaitu perwayangan adalah pencerminan dari diri manusia dan sebuah misteri tentang kehidupan……

deskripsi :

Pohon pisang tempat para wayang kulit berpijak(ditancapkan) menggambarkan dunia dimana manusia berada…sedangkan gunung menggambarkan diri kita yang dipengaruhi oleh sifat baik dan sifat jelek…yaitu yang digambarkan dengan sifat baik = para pahlawan, sifat buruk = para “buto cakil”….dan ketika cerita itu dipertunjukan, inti dari cerita adalah tentang diri kita masing-masing(peperangan para Pandawa dengan para “buto” menggambarkan suatu sifat ada di dalam diri manusia yaitu sifat baik dan buruk)…dan ada dua versi yaitu pahlawan yang menang atau para “buto” yang menang…

Apabila para Pandawa yang menang maka di dalam cerita itu menggambarkan kemenangan dalam diri manusia untuk melawan semua sifat buruk manusia dan sebaliknya apabila para “buto” yang menang maka sifat buruk-lah yang menang……

Nah sekarang kita membahas tokoh Semar yang ada di perwayangan….Semar adalah tokoh punakawan yang dalam wayang Jawa/Sunda memiliki peran yang lebih utama ketimbang wayang babon (wayang dengan tokoh asli India). Merupakan Jelmaan dari Bambang Ismaya anak tertua dari Sang Hyang Tunggal. Semar adalah “dewo mangejowantah ora lanang ora wadon” yang artinya dewa yang menjelma tetapi bukan laki-laki dan bukan wanita…dan tempatnya ada di “padukuhan klampis ireng padepok’ane karang kedempel” yaitu “klampis ireng” yang menggambarkan rambut manusia yang hitam, dan “karang kedempel” menggambarkan bentuk dari otak kita…..yang arti keseluruhannya yaitu semar berada di dalam diri manusia dan ada di dalam kepala manusia… jadi, semar menggambarkan roh suci yang ada di dalam diri manusia…

nb : maaf apabila bahasanya sulit dipahami….soalnya masih dalam tahap belajar per-blog-an…

 ^^piss