Bunuh diri

5 08 2007

hehe yang dimaksud bunuh diri di sini yaitu pensiun dari dunia per-blog-an.. hehehe soalnya postingan ga ada yg di update…hehehe tp tenang aja kalo masalah belajar motor gw kirim ke kafemotor aja deh… kunjungi aja di sana… tapi kalo mo komen di sini gpp, masih saya jawab kok…cuman ga d update aja… wokeh.. sip merdeka 🙂





Perhatian..!!!

26 07 2007

setelah saya pikir-pikir untuk subarticles tentang belajar motor akan saya kirim ke kafemotor aja, soalnya di sana banyak yang bisa cari ilmu… hehehe.. merdeka 🙂





Signal (2)

19 07 2007

indikator rem

indikator-rem.jpg

nb : skema motor stater menyusul.. 🙂





Signal (1)

19 07 2007

Signal merupakan komponen yang berfungsi sebagai penunjuk/pemberi tanda pada suatu motor yang sumbernya berasal dari baterai/accu.Komponen-komponen signal yaitu :

  1. Sein
  2. Klakson
  3. Indikator bensin
  4. Indikator rem
  5. Motor stater
  6. Indikator gigi

Bagian-bagian yang terdapat pada komponen :

  1. Kunci kontak = saklar utama/pemutus arus pertama
  2. Sekring/fuse = pemutus arus jiga terjadi hubungan pendek/konslet
  3. Accu/baterai = sumber arus bagi signal

Di bawah ini adalah skema dari signal di atas :
Sein

horn

indikator bensin

Maaf, tidak cukup untuk upload jadi di pisah di halaman selanjutnya





CVT

16 07 2007

CVT (Continue Variable Transmision) adalah suatu sistem penyalur tenaga secara otomatis dengan bantuan gaya sentrifugal(gaya dorong yang disebabkan oleh putaran).

CVT ini bekerja melalui 2 buah puley (piringan pemutar v-belt). Semakin kecil diameter puley akan membentuk jarak semakin lebar dan sebaliknya, semakin besar diameter puley akan membentuk jarak yang sempit.Yang dimaksud jarak yaitu jarak yang terdapat pada sela-sela puley.

Komponen pada CVT :

1. Puley primer yaitu penyalur putaran dari kruk as dengan v-belt, yang terdiri dari beberapa komponen berikut :

  • Dinding luar puley primer dan kipas pendingin

  • Dinding dalam puley primer

  • Bushing/bos puley

  • 6 buah peluru sentrifugal

  • Dinding penahan

  • Peluru penyearah

  • Gigi pemutar motor starter

2. Puley sekunder yaitu penyalur putaran dari v-belt menuju as roda belakang, yg terdiri dari beberapa komponen berikut :

  • Dinding luar puley sekunder

  • Kopling sentrifugal

  • Per pendorong

  • Dinding dalam puley sekunder

  • Torsi cam

Cara kerja CVT :

Saat putaran bawah (stationer) diameter yang dibentuk puley primer lebih kecil dibanding puley sekunder sehingga terjadi ratio yang ringan. Saat putaran menengah diameter puley primer membentuk lingkaran yang sama besar dengan puley sekunder. hal ini terjadi karena gaya sentrifugal menyebabkan kedua dinding puley primer semakin sempit. Prosis ini akan terus berlanjut seiring putaran mesin yang semakin meningkat sehingga saat putaran atas diameter yang dibentuk puley primer lebih besar daripada puley sekunder.

Perawatan CVT :

  1. Ruangan pada CVT harus kering dan bersih, tidak memerlukan pelumasan atau penyetelan.
  2. Ukur diameter dan panjang v-belt saat kurang lebih 25.000 km.
  3. Memasang gasket dan lem harus presisi agar tidah menimbulkan kebocoran
  4. Bersihkan debu dan gram di sekitar puley dengan membuka lubang intip.

gambar