Wayang Kulit
23 06 2007Mengapa dalam perwayangan (pertunjukan wayang kulit), selalu ada gunungan (wayang yg berbentuk gunung) yg biasanya terletak di tengah2 sebelum pertunjukan itu di mulai???Dan juga mengapa di dalam gunungan terdapat berbagai gambar…..mulai dari hewan sampai tumbuhan???trs apa alasannya kl tokoh pahlawan(Werkudara, Arjuna, ….dst) terletak di sebelah kanan dan tokoh jahat (buto cakil dkk..) terletak di sebelah kiri..?
Jawabnya adalah simpel…yaitu perwayangan adalah pencerminan dari diri manusia dan sebuah misteri tentang kehidupan……
deskripsi :
Pohon pisang tempat para wayang kulit berpijak(ditancapkan) menggambarkan dunia dimana manusia berada…sedangkan gunung menggambarkan diri kita yang dipengaruhi oleh sifat baik dan sifat jelek…yaitu yang digambarkan dengan sifat baik = para pahlawan, sifat buruk = para “buto cakil”….dan ketika cerita itu dipertunjukan, inti dari cerita adalah tentang diri kita masing-masing(peperangan para Pandawa dengan para “buto” menggambarkan suatu sifat ada di dalam diri manusia yaitu sifat baik dan buruk)…dan ada dua versi yaitu pahlawan yang menang atau para “buto” yang menang…
Apabila para Pandawa yang menang maka di dalam cerita itu menggambarkan kemenangan dalam diri manusia untuk melawan semua sifat buruk manusia dan sebaliknya apabila para “buto” yang menang maka sifat buruk-lah yang menang……
Nah sekarang kita membahas tokoh Semar yang ada di perwayangan….Semar adalah tokoh punakawan yang dalam wayang Jawa/Sunda memiliki peran yang lebih utama ketimbang wayang babon (wayang dengan tokoh asli India). Merupakan Jelmaan dari Bambang Ismaya anak tertua dari Sang Hyang Tunggal. Semar adalah “dewo mangejowantah ora lanang ora wadon” yang artinya dewa yang menjelma tetapi bukan laki-laki dan bukan wanita…dan tempatnya ada di “padukuhan klampis ireng padepok’ane karang kedempel” yaitu “klampis ireng” yang menggambarkan rambut manusia yang hitam, dan “karang kedempel” menggambarkan bentuk dari otak kita…..yang arti keseluruhannya yaitu semar berada di dalam diri manusia dan ada di dalam kepala manusia… jadi, semar menggambarkan roh suci yang ada di dalam diri manusia…
nb : maaf apabila bahasanya sulit dipahami….soalnya masih dalam tahap belajar per-blog-an…
^^piss
gubrakkk…malah perwayangan! nga ngarti gue kump
walah….blog ini masih belum jadi bro….hehe…masih korat-karit….hehehe
weks…lha kamu nga niat sih hehehe
hehehe…niat sih semangat45 tp apa daya kemampuan ta sampai…hehhe
wah…lu nyambi jadi dalang ya?……………..kekekekek
@wedulgembez
hehe…biasa kerja sampingan…halah
Ya sebenarnya banyak nilai2 yg bisa kita pelajari dari kisah pewayangan.
Puntadewa (Yudhistira) adalah tokoh yang bisa kita pelajari kejujurannya…
Kumbokarno…sebenarnya tokoh yang sangat loyal, sayangnya loyalitasnya buta…
gw arjuna aja deh
@om deking
yup masih banyak lagi contohnya cm yg saya tahu masih sebatas punokawan nya aja…hehe…piss
@mas wedul
mencari cinta???
tau aja lu. bukannya mencari cinta, tapi dicintai banyak wanita….kekekek
verry good …. bakat juga. kalo gue saran nih … dalami ilmunya baru di ezposss .. sukurlah ada niat untuk melesterikan budaya bangsa …